Thursday, March 12, 2015

Rute 5 hari keliling Lombok dan Bali Part 1

beautiful landscape from lombok island in indonesia

Cuti kerja tahun 2014 harus habis sebelum akhir Maret 2015, kalau cuti tidak diambil akan hangus, waahhh ... sayang banget padahal cuti masih sisa 9 hari. Setelah pilih – pilih tanggal, akhirnya konfirm cuti tanggal 5 – 12 Maret 2015. It’s holiday time !!!

Trip kali ini sempat bingung menentukan tujuan mau kemana, inginnya ke Kepulauan Derawan di Kalimantan, ke Kawah Putih atau Tangkuban Perahu di Bandung, ke Makasar, atau ke deretan pantai di Gunung Kidul Yogyakarta untuk hunting photo, tapi setelah cek tiket sana – sini semua pada mahal. Dan keputusan akhirnya jatuh ke Lombok dan Bali, meskipun sudah sering ke Lombok dan Bali, rasanya ingin lagi mengunjungi 2 pulau cantik yang kaya dengan pantai – pantai indahnya tersebut.

Berlibur ke Lombok atau Bali biasanya bersama keluarga atau teman, tetapi untuk kali ini saya akan mencoba menjadi single traveler atau berlibur sendiri tanpa teman, karena untuk mengajak teman dengan waktu libur segitu lamanya sangat sulit, belum lagi tujuan trip kali ini dari Lombok langsung ke Bali. Tujuan “mbolang” ke Lombok dan Bali kali ini untuk melengkapi hunting photo buat bahan blog Informasi Panduan Wisata ini, supaya keindahan tiap daerah yang saya kunjungi bisa tergambarkan dengan photo – photo yang ada di tiap artikelnya.

Pemandangan Pulau Lombok dari udara, sebelum mendarat di Bandara International Lombok

Rute keliling Lombok dan Bali kali ini saya tempuh dalam waktu 5 hari, dari tanggal 6 – 10 Maret 2015, dengan rincian 3 hari di Lombok dan 2 hari di Bali. Dengan semangat backpacker modal secukupnya atau irit, akhirnya berangkat juga mengelilingi Pulau eksotis Lombok dan Pulau Dewata Bali.

Berikut saya rinci itinery rute 5 hari keliling Lombok dan Bali, termasuk biaya perhari yang saya keluarkan, dengan harapan semoga bermanfaat bagi para traveler atau backpackeryang mau berpetualang di Pulau Lombok dan Pulau Bali.

Hari pertama, 06 Maret 2015
Dengan diantar saudaraku, jam 04.00 pagi dini hari berangkat ke Bandara International Juanda Surabaya, untuk terbang ke Lombok menggunakan maskapai Citilink dengan no penerbangan QG 664, penerbangan Surabaya – Lombok di tempuh dalam waktu 1 jam 5 menit, dari Surabaya jam 05.35 dan sampai di Lombok 07.40, antara Surabaya dan Lombok terdapat selisih waktu, waktu di Lombok lebih awal satu jam dari waktu di Surabaya.

Setelah mendarat di Bandara International Lombok (BIL) di Praya, saya menyempatkan jalan-jalan dulu di sekitar bandara, ada yang beda di Bandara Lombok saat itu, tampilannya lebih rapi dan teratur dari sebelumnya, biasanya pedagang dan warga lokal yang mau melihat pesawat berbaur jadi satu di sekitar pintu keluar kedatangan, tapi sekarang sudah ada larangan tersebut dari pihak bandara, jadi kondisi bandara lebih teratur dan lebih nyaman sekarang.
Bandara International Lombok (BIL) di Praya

Tepat pukul 08.00, saya melanjutkan perjalanan dari Bandara International Lombok (BIL) menuju ke arah kawasan wisata Pantai Senggigi dengan mengunakan Bus Damri dengan tarif Rp. 35.000, perjalanan dari BIL – Senggigi ditempuh sekitar 2 jam, kawasan wisata Senggigi merupakan tempat pemberhentian terakhir Bus Damri dari Bandara. Selama di atas bus, saya menghubungi pemilik travel yang ada di Senggigi yang sudah saya kenal dari kunjungan saya sebelumnya di Lombok, untuk menanyakan rental sepeda motor, untuk transportasi keliling Lombok.

Sekitar jam 10.00 lebih, saya sudah sampai di Senggigi, di lokasi kawasan wisata Senggigi ini terdapat banyak hotel, penginapan / homestay, jasa travel yang menyewakan kendaraan mobil ataupun motor dan paket untuk berkeliling Lombok. Setelah mendapat pinjaman sepeda motor dengan biaya sewa Rp. 50.000 perhari, saya berlanjut mencari penginapan atau homestay. Sesuai prinsip awal harus irit dan ala backpacker, jadi tidak perlu tinggal di hotel yang berbiaya mahal, cukup di homestaysaja. Akhirnya dapat juga penginapan Family Garden Homestay dengan harga sewa Rp. 150.000 permalam yang lokasinya sekitar 400 m dari tempat pemberhentian Bus Damri.

Kamar Family Garden Homestay yang sangat bersih

Target hari pertama di Lombok untuk explore 3 Gili, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Tanpa buang banyak waktu, dari homestay di Senggigi langsung berkendara menggunakan motor menuju Pelabuhan Bangsal dengan jarak tempuh sekitar 30 sd 45 menit. Selama perjalanan, saya sempat mampir di warung pinggir jalan sekitar hotel Sheraton Senggigi untuk beli nasi bungkus seharga Rp. 5.000 perbungkus sebagai bekal makan siang, karena untuk beli makan di Gili Trawangan harga lumayan mahal walaupun hanya nasi bungkus. Pelabuhan Bangsal merupakan gerbang utama untuk menyebrang menggunakan kapal motor ke Gili Trawangan, Gili Air atau Gili Meno. Sesampai di Pelabuhan Bangsal sekitar pukul 11.30, motor diparkir di tempat penitipan motor dengan bayar Rp. 5.000.

Nasi bungkus cuma Rp. 5.000 

Di loket pembelian tiket kapal penyebrangan, saya harus merubah rencana trip saat itu, karena hari sudah menjelang siang dan untuk explore 3 Gili sangat tidak memungkinkan, karena keterbatasan waktu jadwal penyebrangan kapal, saran dari petugas loket harus carter kapal sendiri untuk ke 3 Gili atau menginap di Gili Trawangan, baru keesokan harinya menyebrang ke Gili Meno atau Gili Air. Akhirnya saat itu saya putuskan untuk ke Gili Trawangan saja, dengan membayar Rp. 15.000 untuk tiket kapal, Rp. 2.000 untuk tiket masuk rekreasi pantai, Rp. 1.000 untuk pelayanan terminal penumpang kapal. Penyebrangan kapal dari Pelabuhan Bangsal ke Gili Trawangan sekitar 20 sd 30 menit.

Selamat datang di Gili Trawangan Lombok

Sesampai di GiliTrawangan, kamera langsung aku mainkan untuk hunting photo jepret foto sana-sini, ini adalah kali ketiga saya mengunjungi Gili Trawangan, tidak banyak perubahan di tempat ini, air di pantainya masih sangat jernih, para pengunjung yang kebanyakan wisatawan asing berjalan kesana kemari dengan bersepeda ataupun jalan kaki, cidomo yang merupakan kendaraan khas Gili Trawangan berlalu-lalang mengantar para wisatawan. Untuk menjaga kelestarian alam di Gili Trawangan, kendaraan bermotor dilarang di lokasi ini, sebagai alat tranportasinya menggunakan sepeda onthel ataupun Cidomo sejenis kereta yang di tarik oleh kuda. Cuaca yang sebelumnya panas berubah menjadi mendung dan turun hujan, sehingga hunting photo di hentikan.
Numpang narsis di Gili Trawangan, kalau tidak mendung, air lautnya akan terlihat kebiruan

Menjelang sore hari dan kondisi masih gerimis, waktunya kembali ke Pelabuhan Bangsal, kapal dari Gili Trawangan mengantarkanku bersandar di Pelabuhan Bangsal, dengan membayar tiket penyebrangan sebesar Rp. 15.000. Perjalanan di lanjutkan ke Bukit Malimbu, yang letaknya diantara rute Pelabuhan Bangsal – Senggigi. Di Bukit Malimbu, kita bisa menikmati pemandangan laut lepas dari atas bukit. Hari semakin gelap, waktunya kembali ke penginapan di Senggigi untuk istirahat.

Menikmati indahnya Pulau Lombok di Bukit Malimbu

Pengeluaran hari pertama :
  • Tiket pesawat Surabaya –Lombok = Rp. 421.000 (boking sebelumnya)
  • Bus Damri dari Bandara – Senggigi = Rp. 35.000
  • Penginapan 2 malam x Rp. 150.000 / malam = Rp. 300.000
  • Sewa motor 2 hari x Rp. 50.000 / hari = Rp. 100.000
  • Makan siang + minum = Rp. 12.000
  • Penyebrangan Bangsal – Gili Trawangan = Rp. 18.000
  • Penyebrangan Gili Trawangan – Bangsal = Rp. 15.000
  • Parkir motor di Bangsal = Rp. 5.000
  • Parkir motor di Bukit Malimbu = Rp. 2.000
  • Makan malam = Rp. 27.000
Total pengeluaran hari pertama = Rp. 935.000



    Hari kedua, 07 Maret 2015
    Hari kedua berencana explore deretan pantai mandalika di selatan Lombok, rencana awal berangkat pagi-pagi atau subuh sekalian, karena letak pantainya yang jauh dari Senggigi, sekitar 2.5 jam perjalanan. Cuaca tidak bersahabat saat itu, karena hujan turun. Sambil menunggu hujan reda, aku mencari sarapan pagi di warung tepi jalan di sekitar Hotel Sheraton Senggigi yang murah meriah, Cuma Rp. 5.000 /bungkus, yang lokasinya juga tidak jauh dari penginapan.  Aku beli air mineral dan 2 bungkus nasi, yang satu untuk bekal makan siang nanti.

    Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, tapi hujan belum reda juga, galau melanda antara tetap di penginapan sambil nunggu hujan reda, nekat berangkat atau merubah rencana explore, tapi mau kemana lagi hujan-hujan gini ??. Akhirnya dengan semangat 45, nekat juga berangkat sambil hujan-hujanan, basah sudah resiko yang penting tas rangsel di punggung sudah terlindungi oleh raincoat.

    Meninggalkan Lombok Barat dan memasuki Lombok Tengah

    Perlahan tapi pasti, laju motor meninggalkan Senggigi menuju gugusan pantai mandalika, dengan deretan pantai indah menunggu di sana, seperti Pantai Kuta, Pantai Seger, dan Tanjung Aan. Hujan masih mengiringi gerak motorku saat itu, ini adalah pengalaman pertamaku bermotor melewati rute Senggigi menuju arah Pantai Kuta dan sekitarnya, sebelumnya selalu rentalmobil dan driver karena jaraknya yang jauh dan belum hapal rute jalan. Di tengah perjalanan, hujan sedikit mereda, dan kebingungan menentukan arah jalan sempat ada, namun bermodal GPS di handphone, dan bertanya ke warga, akhirnya sampai juga di kawasan Pantai Kuta Lombok.
    Selamat datang di Pantai Kuta Lombok

    Sesampai di lokasi Pantai Kuta, kamera aku arahkan untuk ambil foto-foto Pantai Kuta dari kejauhan, ini adalah kunjungan kali ketiga di Pantai Kuta Lombok, ada yang baru di Pantai Kuta saat itu, sekarang sudah di bangun area jogging track dan bertulis “Kuta Lombok” dengan ukuran yang sangat besar di tepi pantainya. Setelah puas hunting photo di Pantai Kuta Lombok, perjalanan saya lanjutkan ke pantai yang belum pernah saya kunjungi, yaitu Pantai Torok Bere atau Pantai Serenting di sekitar Pantai Seger.

    Pantai Torok Bere atau Pantai Serenting di Lombok sangat sepi saat itu, hanya ada saya dan 2 anak asli Lombok yang sedang mencari kayu bakar di tepian pantai. Pantainya berpasir putih dan lembut, suasananya sangat tenang dan berair jernih. Cukup lama saya di tempat ini menikmati pantainya dan mengabadikan keindahan pantainya di kamera. Perjalanan berlanjut ke Tanjung Aan.

    Pantai Torok Bere / Pantai Serenting di Lombok

    Pantai Torok Bere / Pantai Serenting di Lombok yang sangat sepi

    Tanjung Aan tidak terlalu jauh dari Pantai Kuta Lombok, ataupun Pantai Torok Bere / Pantai Serenting, kunjungan ke Tanjung Aan saat ini juga kali ketiga, tapi tidak ada rasa bosan untuk berkunjung ke tempat ini. Hari sudah semakin siang, sekitar pukul 13.30 saya meninggalkan Tanjung Aan untuk melanjutkan perjalanan ke Pantai Mawun.

    Narsis foto ... Pasir pantai yang putih halus di Tanjung Aan Lombok

    Pantai Mawun letaknya lumayan jauh dari kawasan Pantai Kuta, sekitar 30 sd 45 menit perjalanan dengan melewati naik turun perbukitan yang sangat indah, dari atas bukit akan terlihat deretan Pantai Kuta dan Tanjung Aan dari kejauhan. Sepanjang perjalanan mata kita akan di manjakan dengan hijaunya perbukitan dengan aktifitas warganya berternak kerbau atau sapi, setelah menempuh perbukitan yang berkelak-kelok, akhirnya sampai juga di Pantai Mawun, seperti pantai di Lombok lainnya, Pantai Mawun sangat sepi namun keindahan pantainya sulit dilukiskan menggunakan kata-kata.

    Pantai Mawun di Lombok
    Setelah puas berlama-lama di Pantai Mawun, perjalanan saya lanjutkan ke Pantai Mawi  dan Pantai Semeti, lokasinya juga masih lumayan jauh sekitar 30 menit perjalanan. Perbukitan hijau masih mendominasi pemandangan saat itu, dengan tikungan dan naik turunnya jalan membuat perjalanan saat itu makin menyenangkan. Petunjuk jalan ke Pantai Mawi sudah terlihat, ini menandakan sudah semakin dekat menuju Pantai Mawi, berdasar informasi petugas yang berjaga di loket Pantai Mawi, letak pantainya masih sekitar 1.5 km dari loket tiket, karena penasaran dengan pantainya tetap laju motor aku arahkan menuju pantai. Jalanan yang semula beraspal untuk ke Pantai Mawi, lama kelamaan berubah menjadi berbatu dan berlumpur. Sempat ragu untuk melanjutkan perjalanan, sampai saya bertemu dengan warga dan menayakan jarak ke pantai, jawaban warga masih sekitar 1 km lagi, beliau memberi saran lebih baik tidak usah ke pantai, karena jalanan sangat berlumpur habis turun hujan. Dengan pertimbangan waktu sudah pukul 15.30, jalanan berlumpur dan faktor keselamatan, akhirnya aku batalkan untuk ke Pantai Mawi dan Pantai Semeti.

    Sebenarnya ada alternatif lain, yaitu ke Pantai Selong Belanak, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pintu masuk Pantai Mawi, namun dengan pertimbangan jarak untuk balik ke daerah Senggigi yang sangat jauh, akhirnya aku putuskan untuk tidak ke pantai dan menikmati perbukitan di sepanjang perjalanan. Hari menjelang malam, sekitar pukul 16.30 laju motor aku arahkan untuk balik ke arah Senggigi.

    Indahnya ruas jalan menuju Pantai Mawun, Pantai Mawi di Lombok

    Setelah menempuh perjalanan sekitar 2.5 jam dari perbukitan di area Kuta ke Senggigi, tepat sekitar jam 19.00 saya sudah sampai di penginapan di kawasan Senggigi. Sekarang waktunya makan malam dan beristirahat untuk memulihkan tenaga.

    Pengeluaran hari kedua :
    • Bensin motor = Rp. 20.000
    • Makan pagi + siang + air mineral = Rp. 13.000
    • Tiket masuk + parkir Tanjung Aan =  Rp. 5.000
    • Tiket masuk + parkir Pantai Serenting = Rp. 2.000
    • Tiket masuk + parkir Pantai Mawi = Rp. 5.000
    • Makan malam = Rp. 24.000
    Total pengeluaran hari kedua = Rp. 69.000


      Hari ketiga, 08 Maret 2015
      Seperti pagi sebelumnya, kawasan Senggigi di guyur hujan saat itu, namun tidak terlalu deras. Hari terakhir di Lombok untuk tripkali ini aku manfaatkan untuk hunting photo di kawasan Senggigi – jalur menuju Pelabuhan Bangsal, banyak spot menarik untuk hunting photo di area tersebut selama di Lombok. Dengan memanfaatkan sisa waktu yang ada, karena check out dari penginapan sebelum jam 12.00 dan harus menunggu Bus Damri ke Bandara sekitar jam 13.00.
      Jalur dari Pelabuhan Bangsal menuju Senggigi Lombok

      Lokasi pertama yang saya kunjungi yaitu Pantai Senggigi, saya tidak masuk ke area pantainya, hanya mengbadikan keindahan Pantai Senggigi dari jalanan diatas bukit dan Pantai Senggigi terlihat indah dari atas. Berlanjut ke lokasi berikutnya yaitu Pantai Malimbu I, Pantai Malimbu I terlihat sangat indah jika dilihat dari atas bukit, setelah memasuki area pantainya, banyak aktifitas para nelayan di pantai ini, tidak banyak aktifitas yang bisa kita lakukan di Pantai Malimbu I, setelah puas ambil foto di pantai ini, perjalanan saya lanjutkan ke Pantai Nipah.

      Pantai Malimbu I di Lombok

      Pantai Nipah Lombok terletak di jalur Senggigi menuju Pelabuhan Bangsal, pengunjung pantai ini rata-rata warga lokal, tidak satupun wisatawan asing yang terlihat di Pantai Nipah saat itu. Pantai Nipah sangat cocok untuk wisata pantai sekeluarga selama di Lombok, di pantai ini, kita bisa menikmati menu seafood atau ikan bakar yang tersedia di cafe ataupun warung di tepian pantai di sepanjang pantai ini.

      Pantai Nipah di Lombok

      Jam menunjukkan pukul 11.00, waktunya kembali ke penginapan untuk packingdan check out. Seakan belum puas menikmati keindahan Lombok, tapi perjalanan akan di lanjutkan ke Bali hari itu. Tepat sekitar jam 12.00 check outdari penginapan dan mengembalikan motor ke pemilliknya, saya ada kelebihan 2 jam untuk pemakain motor, sesuai kesepakatan awal, kelebihan pemakain motor akan di charge Rp. 10.000 perjamnya, urusan penginapan dan motor sudah selesai, sekarang waktunya ke tempat pemberhentian Bus Damri di sekitar area Art Market Senggigi dengan diantar oleh pemilik motor yang saya pinjam.

      Jadwal keberangkatan Bus Damri dari Senggigi ke Bandara Lombok

      Bus Damri dari Senggigi ke Bandara International Lombok (BIL) stanby tiap jam, saat itu saya menunggu Bus Damri yang jam 13.00, namun, sekitar jam 13.15 Bus Damri baru datang untuk mengantarku dan penumpang lainnya untuk menuju Bandara International Lombok (BIL) di Praya, dari Lombok perjalanan hari ini akan saya lanjutkan ke Pulau Dewata Bali.

      Kelanjutan dari artikel ini klik di sini Rute 5 hari Keliling Lombok dan Bali Part 2

      Friday, February 27, 2015

      Air Terjun Grenjengan di Pacet - Mojokerto

      air terjun di mojokerto jawa timur

      Kawasan wisata pacet yang terletak di Kota Mojokerto Jawa Timur , terkenal dengan pemandian air panas yang selalu ramai di kunjungi para wisatawan setiap akhir pekan, bahkan di saat hari kerja. Namun, daerah wisata yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Kota Surabaya ini, juga memiliki potensi wisata lain berupa air terjun yang sangat layak dikunjungi dan belum diketahui banyak orang, yaitu air terjun Grenjengan. Bagi warga Surabaya dan sekitarnya, jika mencari tempat wisata berupa air terjun yang dekat Kota Surabaya, bisa mengunjungi Air Terjun Grenjengan di kawasan wisata pacet ini.

      Kali ini saya akan berbagi pengalaman selama mengunjungi tempat wisata di Pacet Mojokerto, yaitu Air Terjun Grenjengan

      Jika kita tinggal di Surabaya, dan berencana ingin berendam di kolam pemandian air panas, pasti pikiran kita akan tertuju ke kawasan wisata pacet. Karena daerah wisata pacet yang terletak di lereng utara Gunung welirang letaknya sangat dekat dengan Kota Surabaya, hanya berjarak sekitar 60 km atau bisa ditempuh sekitar 2 jam perjalanan. Di kawasan wisata pacet ini ada pemandian air panas padusan dan ada pula kolam berukuran besar yang berair dingin. Selain itu di daerah wisata pacet ini juga terdapat Air Terjun Coban Canggu dan Air Terjun Grenjengan.
       
      obyek wisata di mojokerto
      Kawasan wisata pacet di Mojokerto
      Letak, akses jalan atau rute menuju Air Terjun Grenjengan di Pacet
      Air Terjun Grenjengan berlokasi di kawasan wisata pacet, di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Untuk menuju Kawasan Wisata Pacet itu sendiri ada beberapa rute yang bisa ditempuh:
      1. Jika ditempuh dari Kota Mojokerto kita bisa lewat rute Mojokerto - Pacet dengan jarak tempuh 30 kilometer, atau bisa lewat rute Mojokerto - Mojosari - Pacet yang berjarak sekitar 40 kilometer.  
      2. Dari Kota  Surabayabisa lewat rute Krian - Mojosari - Pacet, atau lewat rute Sidoarjo - Gempol - Mojosari - Pacet. Kedua rute ini berjarak sekitar 60 kilometer dariSurabaya. 
      3. Dari Kota   Pasuruan bisa lewat rute Gempol - Pandaan - Prigen - Trawas - Pacet, atau bisa lewat rute Gempol - Mojosari - Pacet. 
      4. Juga dari arahMalang bisa lewat rute Pandaan - Prigen - Trawas - Pacet, atau lewat rute Batu - Cangar - Pacet.
      Jika kita melewati rute dari Trawas, kita akan melewati air Terjun Dlundung, dan di sekitar daerah Tretes juga ada Air Terjun Putuk Truno dan Air Terjun Kakek Bodo.

      amazing waterfall in east java indonesia
      Keunikan & keistimewaan Air Terjun Grenjengan di Pacet
      Suasana yang sangat sepi dan tenang, itulah salah satu keunikan Air Terjun Grenjengan. Keberadaan Air Terjun Grenjengan ini belum banyak di ketahui para pengunjung wisata pacet, hal ini membuat air terjun ini masih sangat sepi pengunjung. Disisi lain, udara dingin dan segar mengiringi langkah kita menyusuri jalan setapak untuk menuju lokasi air terjun.

      Penginapan atau hotel sekitar Air Terjun Grenjengan di Pacet
      Di kawasan wisata pacet, belum banyak hotel yang berdiri. Kebanyakan penginapan dan banyak berdiri villa-villa yang disewakan, kita bisa menyewa villa-villa tersebut jika datang berombongan dan berencana bermalam di daerah Pacet.

      Harga tiket masuk dan Fasilitas di Air Terjun Grenjengan Pacet
      Saat mengunjungi daerah wisata pacet saat itu, saya menggunakan sepeda motor. Di tempat pembelian tiket saya harus membayar Rp. 17.000 denga rincian untuk 2 orang pengunjung dan 1 sepeda motor. Pembayaran Rp. 17.000 tersebut hanya untuk biaya masuk ke lokasi kawasan wisata pacet, untuk menikmati fasilitas lain seperti pemandian air panas padusan atau ke air terjun kita harus membayar tiket lagi secara terpisah. Loket pembelian tiket ke Air Terjun Grenjengan saat itu sudah tutup, karena saya masuk ke lokasi air terjun menjelang sore sekitar pukul 16.00, jadi saya melenggang tanpa tiket alias gratis hee..hee ... yang seharusnya bayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000.
       
      bumi perkemahan di mojokerto
      Loket Air Terjun Grenjengan 
      Berwisata menikmati Air Terjun Grenjengan Pacet
      Setelah tempat pembelian tiket, kita harus melewati jalanan menanjak menuju pemandian air panas padusan. Di ujung jalan sudah ada petugas yang standby memeriksa tiket masuk kita, untuk menuju Air Terjun Grenjengan kita tinggal belok ke kanan setelah tempat pemeriksaan tiket (tentu kita harus paten kendaraan kita dulu, biaya parkir sepeda motor di kawasan wisata pacet sekitar Rp. 5.000). Dari tempat pemeriksaan tiket tadi, kita jalan ke kanan sekitar 800 m untuk menuju lokasi air terjun dengan berjalan kaki, kembali jalannya sangat menanjak dan bikin ngos .. ngosan .. tapi setelah itu jalannya datar dan tinggal mengikuti jalan setapak untuk sampai ke air terjun.
       
      kawasan wisata air panas padusan pacet mojokerto
      Jalan menanjak menuju ke Air Terjun Grenjengan Pacet Mojokerto
      Sepanjang perjalanan kita akan menemui penjual makanan dan minuman, kita bisa mampir jika belum membawa bekal makan atau minum, lanjut jalan lagi kita akan melewati jalanan yang penuh pohon di kanan kiri dan semua berwarna hijau yang menyegarkan mata. Di kawasan wisata pacet ini juga sering digunakan untuk berkemah para pramuka atau para pecinta alam, udara dingin dan sejuk akan kita rasakan di lokasi ini
      .
      pohon cemara di pacet mojokerto
      Jalan setapak menuju Air Terjun Grenjengan di Pacet Mojokerto
      Setelah berjalan kaki sekitar 15 menit kita akan mendengar suara gemuruh air, ini menandakan kita sudah dekat dengan lokasi air terjun. Dari kejauhan air terjun sudah terlihat, membuat langkah kaki semakin cepat berjalan agar cepat sampai ke lokasi. Sesampai di lokasi Air Terjun Grenjengan, narsis fotopun di mulai, bidikan kamera mulai ambil gambar sana sini untuk hunting photo , setelah puas mengambir gambar, sekarang waktunya menikmati guyuran air dari Air Terjun Grenjengan, guyuran airnya sangat terasa dingin di kulit.
       
      air terjun di jawa timur
      Dinginnya guyuran Air Terjun Grenjengan di Pacet Mojokerto
      Setelah puas menikmati obyek wisata air terjun di Jawa Timur atau lebih tepatnya di Pacet Mojokerto, langkah kaki kembali melangkah menuju arah parkir kendaraan, deretan warung makan di sekitar lokasi parkir membuat kita mampir untuk mengisi perut yang mulai kelaparan. Banyak pilihan menu di warung-warung tersebut, diantaranya bakso, soto, nasi penyetan, nasi goreng, bermacam jajan gorengan, jagung bakar dan masih banyak pilihan lainnya.

      Saya sudah merasakan dinginnya Air Terjun Grenjengan di Pacet Mojokerto ini, sekarang giliran Anda yang berkesempatan merasakan dinginnya, selamat berlibur di Pacet.  


      Selamat datang di Air Terjun Grenjengan Pacet Mojokerto
      mojokerto
      Selamat datang di Wana Wisata Padusan Pacet Mojokerto

      jalan setapak di hutan
      Jalan kaki sekitar 800 m menuju Air Terjun Grenjengan di Pacet

      take a bath in waterfall
      Photo session ... narsis photo sambil nahan dingin

      wonderfull waterfall
      Air Terjun Grenjengan di Pacet Mojokerto

      batu kali berair jernih
      Aliran air dari guyuran Air Terjun Grenjengan

      air terjun di mojokerto
      Air Terjun Grenjengan di Pacet yang masih sepi pengunjung

      Tuesday, February 17, 2015

      Penangkaran Hiu di Karimun Jawa

      captive sharks in Karimun Java indonesia
      Berkunjung di kepulauan Karimun Jawa bukan hanya menikmati wisata pantai atau menikmati keindahan bawah lautnya dengan snorkeling, kita bisa mencoba wisata yang membuat kita deg-degan dan penasaran ingin mencobanya, yaitu dengan mengunjungi tempat penangkaran hiu di Karimun Jawa. Kenapa kita bisa deg–degan selama mengunjungi tempat ini?, karena di tempat ini terdapat kolam berukuran besar dan berisi kumpulan hiu yang bebas berenang kesana kemari, dan kita bisa mencoba masuk ke dalam kolam tersebut dan lebih dekat dengan gerombolan hiu tersebut. Jika sudah dalam kondisi masuk ke dalam kolam dengan segerombolan hiu di dalamnya, apa yang kalian rasakan? Pastinya deg–degan atau berubah jadi ketakutan hee hee.
      Kali ini saya akan berbagi pengalaman selama mengunjungi tempat wisata di Karimun Jawa yaitu tempat penangkaran hiu

      Untuk berwisata ke Karimun Jawa kali ini, saya memanfaatkan paket travel, karena paket ini sudah termasuk biaya penyebrangan dari pelabuhan Jepara ke Karimun Jawa PP, penginapan, sewa kapal, makan, guide, tiket masuk ke beberapa tempat yang akan dikunjungi selama kita berkunjung di Karimun Jawa, jadi kalau dihitung biayanya bisa jauh lebih murah di banding kita harus berangkat sendiri tanpa paket travel. Mengunjungi tempat penangkaran hiu di Karimun Jawa merupakan salah satu bagian dari paket tersebut.
       
      travel to karimun jawa indonesia
      Bergabung dengan rombongan yang lain siap explore Karimun Jawa
      Banyak travel agent yang menjual paket liburan ke Karimun Jawa secara online, salah satunya adalah www.sukawisata.com atau www.wisatakita.com

      Letak, akses jalan atau rute menuju Tempat Penangkaran Hiu di Karimun Jawa
      Tempat penangkaran hiu di Karimun Jawa ini terletak di Pulau Menjangan besar, pulau terbesar kedua di Kepulauan Karimun Jawa, kita bisa mengunjungi Pulau Menjangan Besar ini dengan menggunakan perahu wisata dengan waktu kurang lebih 10 sampai 15 menit dari pulau utama Karimun Jawa. Bagaimana rute menuju ke Karimun Jawa dari Surabaya bisa di baca di artikel Karimun Jawa yang sudah saya post sebelumnya atau klik di sini.
       
      selamat datang di karimun jawa
      Selamat datang di Karimun Jawa
      Keunikan & keistimewaan tempat Penangkaran Hiu di Karimun Jawa
      Penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar Karimun Jawa terdiri dari 2 kolam, kolam pertama berisi hiu berusia muda berjumlah sekitar 10 ekor, dan kolam kedua berisi hiu yang berusia tua berjumlah sekitar 15 ekor. Tempat ini wajib di kunjungi karena menawarkan pengalaman wisata yang tidak biasa, yaitu kesempatan berada di dalam satu tempat bersama ikan hiu yang bebes berenang kesana kemari. Untuk masuk ke dalam kolam yang penuh hiu ini, pengunjung dibatasi untuk masuk secara bergantian sekitar 10 orang. Syarat lainnya tidak ada luka yang mengeluarkan darah dari kulit kita, karena di khawatirkan jika bau darah bisa membuat hiu menjadi “kalap mata”. Selain berenang bersama hiu, di tempat ini kita juga bisa menjumpai beberapa binatang air seperti penyu yang dipelihara untuk dijaga habitatnya, kita bisa berfoto bareng dengan penyu dan beberapa koleksi binatang yang ada di tempat ini.
       
      penangkaran penyu di karimun jawa
      Narsis bersama si penyu di Karimun Jawa
      shark
      Gerombolan hiu yang bikin deg-degan
      Penangkaran penyu di karimun jawa
      Antara pingin narsis dan ketakutan bersama hiu di Karimun Jawa

      Penginapan atau Hotel di sekitar tempat Penangkaran Hiu di Karimun Jawa
      Rumah-rumah warga di Karimun Jawa banyak yang difungsikan sebagai penginapan untuk pengunjung selama berwisata di Karimun Jawa, ada juga beberapa hotel yang sudah berdiri di Karimun Jawa. Paket travel yang saya pakai sudah termasuk biaya penginapan di rumah warga tersebut. Jika ingin berpindah tempat dari penginapan warga ke hotel, kita bisa upgrade dengan membayar selisih harganya ke pihak travel. Dari pengalaman saya selama menginap di rumah warga, penginapan tersebut sudah sangat nyaman, hanya saja pemakaian listrik di perumahan warga di Karimun Jawa sangat dibatasi jam, listrik di Karimun Jawa menyala dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi, selebihnya jam 6 pagi sampai jam 6 sore aliran listrik dimatikan, jadi kita harus pandai menyiasati untuk me-recharge baterai kamera ataupun HP.

      Pulau Menjangan Besar karimun jawa
      Pulau Menjangan Besar di Karimun Jawa

      Harga tiket masuk dan Fasilitas tempat Penangkaran Hiu di Karimun Jawa
      Untuk informasi yang satu ini, saya kurang tahu pasti, karena saat berkunjung ke penangkaran hiu di Karimun Jawa, saya menggunakan paket dari travel, paket tersebut sudah termasuk mengunjungi penangkaran hiu tersebut. Mungkin juga dengan hasil jepretan kamera di bawah ini bisa menjelaskan harga tiket masuk ke tempat penangkaran hiu ini.
      Harga tiket masuk penangkaran hiu di Karimun Jawa

       Jadi jika kalian berkunjung ke Karimun Jawa, jangan lewatkan untuk mencoba sensasi berenang bersama hiu ini. Tempat lain yang wajib dikunjungi selama di Karimun Jawa adalah Pulau Gleyang, PulauTengah, Pantai Ujung Gelam, dan Snorkeling di berbagai spot.

      pulau menjangan besar
      Salah satu kolam penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar
      Saya sudah merasakan ketegangan dan rasa takut yang berakhir dengan rasa puas selama berkunjung di tempat penangkaran hiu di Karimun Jawa ini, sekarang giliran Anda yang berkesempatan merasakannya, selamat berlibur di Karimun Jawa.


      Ekspresi takut dan pingin narsis di penangkaran hiu Karimun Jawa
      Tahan nafas, gerombolan hiu mau lewat
      Akhirnya berani juga bergabung bersama hiu
      Awas .. jangan gigit kakiku ya hiu
      Tempat bersandar kapal untuk menuju penangkaran hiu
      Hiu berkata "Aku tunggu kedatangan kalian di Karimun Jawa"

      Friday, February 6, 2015

      Pantai Kuta di Bali

      Kuta beach in bali indonesia
      Pulau Dewata Bali menawarkan berjuta pesona keindahan alam dan budaya bagi para pengunjungnya, hal inilah yang membuat Pulau Bali menjadi tujuan utama para wisatawan domestik maupun wisatawan asing untuk berkunjung menikmati alamnya. Pesona pantai – pantai di Bali sudah banyak dikenal banyak orang, terutama Pantai Kuta ( kuta beach ) yang namanya sudah sangat terkenal seantero dunia. Pantai Kuta merupakan salah satu obyek wisata di Bali yang tidak pernah sepi pengunjung baik pagi, siang, sore bahkan malam selalu ramai pengunjung.
      Kali ini saya akan berbagi pengalaman selama mengunjungi tempat wisata di Pulau Bali yaitu Pantai Kuta ( kuta beach )

      Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bali, pasti tujuan utama yang harus dikunjungi selama berlibur di Bali adalah Pantai Kuta, serasa belum lengkap jika ke Bali tetapi belum pernah menginjakkan kaki di pasir Pantai Kuta.
       
      obyek wisata pantai di bali
      Selamat datang di Pantai Kuta Bali

      Letak, akses jalan atau rute menuju Pantai Kuta Bali
      Pantai Kuta berlokasi di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali. Tepatnya terletak di Kabupaten Badung. Letaknya sangat strategis, hanya berjarak tempuh sekitar 10 – 15 menit dari Bandara International Ngurah Rai. Untuk bisa ke Pantai Kuta ini, kita bisa menggunakan motor ataupun mobil dan bisa di parkir di jalanan sepanjang Pantai Kuta, jika tempat penginapan atau hotel kita berdekatan dengan Pantai Kuta, kita bisa berjalan kaki ke Pantai ini, sambil cuci mata melihat bule atau wisatawan asing hilir mudik di sekitar pantai.

      Salah satu pintu masuk ke Pantai Kuta Bali


      Keunikan & keistimewaan Pantai Kuta Bali
      Karena lokasi Pantai Kuta yang sangat strategis, hal ini membuat Pantai Kuta selalu ramai pengunjung. Pagi hari sudah banyak wisatawan yang jogging ataupunberjalan menyusuri tepian pantainya, siang hari banyak wisatawan asing yang berjemur ( sunbathing ) di tepian pantai untuk membuat kulit mereka lebih coklat eksotik, dan para peselancar ( surfer ) berusaha untuk menjinakkan ombak pantai kuta dengan bermain surfing di atas papan selancar. Pantai Kuta banyak dikenal para peselancar dunia sebagai tempat terbaik di Bali untuk surfing. Dan menjelang sore hari, pantai kuta makin padat pengunjungnya, suasana semakin ramai karena para pengunjung menunggu moment indah menjelang matahari terbenam atau sunset. Pantai Kuta merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati matahari terbenam atau sunset, tempat terbaik lain di Bali untuk menikmati sunset adalah Pura Uluwatu dan Tanah Lot.

      matahari terbenam di pantai kuta bali
      Pengunjung Pantai Kuta Bali menikmati sunset

      Keistimewaan lain dari Pantai Kuta adalah, lokasi Pantai Kuta berdekatan dengan Pantai Legian, Pantai Double Six, Pantai Petitenget ataupun pantai di sekitar daerah Seminyak.

      Penginapan atau Hotel di Pantai Kuta Bali
      Banyak pilihan akomodasi penginapan atau hotel di sekitar Pantai Kuta, tergantung budgetkita, mulai penginapan berharga sekitar 100 ribuan sampai hotel berbintang berharga jutaan ada di sekitar Pantai Kuta. Untuk penginapan murah dengan harga ratusan ribu, kita bisa mencarinya di Jalan Popies I atau Jalan Popies II, kedua jalan tersebut terletak di depan Pantai Kuta. Selama tidak musim high session, kita bisa datang langsung ke penginapan di Jalan Popies ini untuk pesan kamar, tapi kalau lagi high session, di sarankan untuk boking atau pesan kamar jauh hari sebelumnya.

      Jalan Raya Pantai Kuta ... tempat parkir kendaraan dan berderet hotel di lokasi ini

      Untuk yang ber budget lebih bisa memilih hotel berbintang, pilihan hotel yang dekat dan berhadapan langsung dengan Pantai Kuta Bali ada Hotel Hard Rock, Hotel Sheraton Bali Kuta Resort, Hotel Harris Resort Kuta Beach, Hotel Mercure Kuta Bali, Hotel Pullman Bali Legian Nirwana, Hotel Alam Kul Kul Boutique Resort, Hotel Grand Inna Kuta,  dan Hotel Grand Istana Rama, Hotel – hotel tersebut terletak di Jalan Pantai Kuta, yang letaknya berhadapan langsung dekat Pantai Kuta Bali.

      Berwisata di Pantai Kuta Bali
      Hamparan pasir pantai dan panjangnya garis Pantai Kuta Bali membuat banyak aktifitas yang bisa kita lakukan untuk menikmati wisata pantai. Di Pantai Kuta Bali, kita bisa berjalan di pinggiran pantai sambil menikmati hembusan lembut angin, bagi yang suka berselancar menjinakkan ombak, kita juga bisa bermain selancar atau surfing. Ada juga pelatihan dengan menyewa guide untuk belajar selancar. Persewaan papan selancar bisa kita temui di sepanjang Pantai Kuta.
       
      surfing in kuta beach bali indonesia
      Wisatawan asing menikmati Pantai Kuta Bali

      Di pinggiran pantai, banyak ibu – ibu lokal menawarkan jasa pijat atau massagebagi para wisatawan, bagi para pecinta tatto kita juga bisa memasang tatto temporary dengan bermacam pilihan design. Menjelang sore hari, kita bisa menikmati matahari terbenam atau sunset di Pantai Kuta ini, warna kuning keemasan akan mendominasi warna langit dan air laut saat itu, sungguh pemandangan yang luar biasa indah dan memanjakan mata. 
       
      matahari terbenam di pantai kuta bali
      Sunset di Pantai Kuta Bali

      Obyek wisata di Pulau Bali tersebar hampir di seluruh wilayah Bali, berikut beberapa pilihan tempat wisata yang bisa kita kunjungi selama berlibur di Bali : Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pura Uluwatu, Tanah Lot, Bedugul, Pantai Pandawa, Pantai Dreamland, Pantai Padang Padang, Pantai Balangan, Pantai Nusa Dua, Tanjung Benoa dan masih banyak lagi.

      Saya sudah merasakan keindahan Pantai Kuta di Bali ini, sekarang giliran Anda yang berkesempatan merasakan keindahannya, selamat berlibur di Bali.  

      Narsis di Pantai Kuta Bali
      liburan di pantai kuta bali
      Pantai Kuta Bali yang selalu ramai pengunjung

      beaches in bali indonesia
      Wisatawan menikmati Pantai Kuta Bali

      foto selfie
      Bersantai di tepi Pantai Kuta Bali

      amazing picture
      Sunset di Pantai Kuta Bali

      wonderfull sunset in the world
      Indahnya matahari terbenam di Pantai Kuta Bali